
Apa jadinya bila sekumpulan bapak-bapak kembali ngeband? Tapi itulah yang dilakukan oleh Ayeng (vokal), Alit Keker (vokal & gitar), Made Rembo (gitar), Alit Bolo (bass), Rody (drum), Handy (trombone), dan Agus (trompet), yang menamai diri dengan Pair A Dice.
Sesungguhnya Pair A Dice bukanlah nama baru, dalam kancah musik ska di Bali. Sebagian personelnya juga beranjak dari Kweker Jack, yang merupakan band ska Bali gelombang pertama.
Pair A Dice sendiri telah menghasilkan satu album penuh, bertajuk Heaven And Hell On Earth di 2007 silam. Namun setelah rilis, mereka memilih vakum dan masing-masing personel terlibat dalam berbagai proyek musik berbeda.
Berselang 17 tahun kemudian, Ska Revolution mengajak mereka terlibat dalam kompilasi Ska Revolution The Journey Continues…, tak dinyana, keikutsertaan mereka dalam kompilasi tersebut, justru membangkitkan hasrat untuk kembali ngeband, yang berlanjut hingga sekarang.
Bahkan saat ini mereka tengah disibukkan proses rekaman. “Dalam watu dekat kami akan mengeluarkan E.P. yang berisi 6 lagu anyar dan bikin kalian horny, proses rekamannya berlangsung di Rokin Studio,” ungkap Made Rembo.
Diakui Rembo “dalam materi anyar, kami masih menjumput pengaruh dari Mad Caddies, Less Than Jake, The Mighty Mighty Bosstones, dan banyak lagi…susah kalau dijabarkan satu persatu…karena personel kami banyak, dan tiap personil mempunyai influence macam-macam.”
Tak berbeda dengan album Heaven And Hell On Earth, pada album ini tema-tema lagu yang mereka angkat, juga masih berkutat pada kehidupan sosial pada umumnya.
E.P. yang masih belum ada judul tersebut, menjagokan single “Berdanska”, yang mana klip videonya kini tengah digarap oleh Handy Duarsa.
Rembo menambahkan, kembali aktifnya Pair A Dice, direspon cukup baik oleh pelaku skena Bali. “Bayangkan saja single belum rilis, bookingan untuk main sudah masuk beberapa, lumayan buat bantu bayar cicilan,” selorohnya.***